
Wujudkan Iklim Kondusif di Stadion, Polresta Bandung Bentuk Satgas Bobotoh
Langkah progresif dalam menciptakan atmosfer sepakbola yang aman terus diupayakan oleh Polresta Bandung. Menjelang laga sengit antara Persib melawan Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu, 11 Oktober 2026, Kapolresta Bandung Kombes Pol. Tri Suhartanto secara resmi meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Bobotoh. Pembentukan Satgas Bobotoh ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah terobosan strategis untuk membangun iklim positif di lingkungan pertandingan kandang Persib, khususnya yang digelar di wilayah hukum Polresta Bandung. Langkah ini diharapkan mampu merangkul seluruh elemen pendukung agar dapat bersinergi menjaga ketertiban umum. Dalam pelaksanaannya, Satgas Bobotoh mengikutsertakan para perwakilan dari berbagai komunitas suporter besar Persib. Elemen pendukung seperti Viking Persib Club, The Bombs, hingga Bomber melebur menjadi satu wadah guna mengawal jalannya pertandingan agar berjalan aman, tertib, dan bisa dinikmati berbagai kalangan. Tri Suhartanto menegaskan esensi dari mendukung klub kesayangan tidak hanya sebatas memberikan sorakan semangat dari atas tribun penonton. Menurutnya, suporter juga memiliki peran krusial dalam menjaga nama baik tim serta memelihara pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di luar lapangan. “Baik, seperti yang kita ketahui bahwa dukungan suporter ya kepada kesebelasan dukungan kita ya itu bukan hanya di dalam tribun ya, menyanyikan atau mendukung menyanyi gitu, tapi harus bisa menjadi dukungan dengan menjaga nama baik di luar, menjaga harkamtibmas menjadi tuan rumah yang baik,” ungkap Tri Suhartanto. Tri juga mengingatkan agar tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab tidak sampai merugikan klub kesayangan. Pelanggaran kecil sekalipun berpotensi mendatangkan sanksi berupa denda finansial bagi Persib. Oleh sebab itu, kesadaran bersama menjadi kunci utama untuk mengubah stigma negatif sepak bola yang kerap diidentikkan dengan kerusuhan. “Jangan sampai hanya gara-gara kesalahan seseorang, akhirnya yang didenda itu adalah kesebelasan dukungannya. Jadi, kita harus sama-sama mendukung, kita ciptakan bahwa yang namanya pertandingan sepak bola adalah pertandingan yang enak untuk disaksikan, yang nyaman untuk dilihat, yang aman untuk datang ke tempat atau ke stadion,” terangnya. Lebih lanjut, Tri mengimbau agar seluruh suporter bisa mengikis perbedaan pandangan maupun sekat-sekat kelompok. Sepak bola sejatinya harus menjadi sarana hiburan yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan keluarga, tanpa dibayangi rasa takut atau cemas akan potensi kerusuhan. “Kita buktikan dan kita ciptakan bahwa para pendukung khususnya satgas bobotoh ini bisa membuktikan bahwa hal itu tidak seperti itu, bahwa kita adalah tuan rumah yang baik, bahwa kita adalah bobotoh yang sangat baik, bahwa kita adalah pendukung yang bisa sama-sama menjaga harkamtibmas, insyaallah,” jelas Tri. Melalui Satgas Bobotoh, proses persuasif dan penegakan ketertiban di tribun diharapkan dapat berjalan lebih humanis. Anggota satgas yang berasal dari kalangan Bobotoh sendiri akan bertindak sebagai pengingat awal bagi rekan-rekan mereka yang berpotensi melakukan tindakan provokatif atau melanggar aturan. “Jadi, kita butuh dukungan dari semuanya, apabila masih ada bobotoh-bobotoh yang nantinya ingin melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, ini dari rekan-rekan ya dari Viking, dari Bobotoh, dari Boboko ya, kemudian dari Bomber, yang akan menyampaikan setidak-tidaknya menegur kepada mereka supaya mereka tidak melakukan hal itu. Apabila ternyata tidak bisa ditegur, nanti mereka akan menyampaikan kepada kita,” tegasnya. Hadirnya satgas internal ini juga menjadi solusi atas batasan operasional personel keamanan resmi di lapangan. Mengingat regulasi keselamatan stadion yang membatasi pergerakan aparat bersenjata di dalam area tribun, Satgas Bobotoh memegang peranan vital sebagai garda terdepan dalam meredam potensi konflik dan mencegah pelanggaran regulasi. “Nah, makanya kita perlu dukungan dari semuanya. Tugas pengamanan ini bukan hanya bisa dilakukan oleh Polri sendiri ya, apa Polri atau TNI sendiri, tapi perlu dukungan dari semua masyarakat. Maka itulah sesuai dengan tagline Bapak Kapolri, ‘Polri Bersama Masyarakat’,” pungkas Tri.

MSL Series 5 Bergulir, Hadirkan Empat Kompetisi Minisoccer
Gelaran Minisoccer Super League (MSL) Series 5 resmi dimulai. Kompetisi ini menghadirkan empat agenda ajang unjuk gigi yang melibatkan berbagai klub minisoccer dari berbagai divisi. MSL Series 5 resmi mulai bergulir di Brilian Stadium, Jakarta, Minggu (11/10). Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, ada empat kategori kompetisi yang diputar. Kompetisi yang dimaksud yaitu MSL Liga 1, CSL Divisi 2, Kualifikasi Liga 2, serta Piala MSL Nasional Series. Seluruh rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung hingga 29 November mendatang. Peta persaingan kompetisi kali ini terbagi secara ketat di setiap kategorinya. MSL Liga 1 diikuti oleh 10 klub, sedangkan CSL Divisi 2 melibatkan tujuh klub. Adapun Kualifikasi Liga 2 dan Piala MSL Nasional Series masing-masing diikuti oleh 16 klub, di mana kategori terakhir memperebutkan Piala Menkopolkam. Guna memperluas jangkauan informasi dan pemirsa, pihak penyelenggara menggandeng Sport77 serta Garuda TV sebagai mitra penyiaran resmi. Langkah ini diharapkan dapat makin mengenalkan ajang tujuh lawan tujuh tersebut ke masyarakat luas. Presiden MSL, Oki Rengga, berharap kualitas kompetisi ini semakin bertambah dari tahun ke tahun. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama gelaran berlangsung serta mengancam sanksi keras bagi yang melanggar. “MSL ini bahkan sudah berjalan selama tiga tahun. Mudah-mudahan kita bisa makin tumbuh, makin banyak orang tahu, klub yang ikut juga makin banyak nantinya supaya makin berkembang kompetisinya,” kata Oki dalam konferensi pers pembukaan. Dari sisi kualitas, Sekretaris Jenderal Indonesia Football 7 Federation (IF7F), Lutpi Ginanjar, menyatakan persiapan seri ke-5 dilakukan lebih matang, termasuk peningkatan kualitas perangkat pertandingan lewat pelatihan berlisensi FIF7 hingga tes IQ. “Jadi, penyelenggaraan memang lebih matang. Kita juga lebih guyub dengan para tim, mematangkan segala aspek yang menjadi evaluasi di series sebelumnya. Itu sudah jauh lebih proper,” ungkap Lutpi.

Persib Ramah Dengan Remontada, Begini Analisis Sergio Van Dijk
Eks Timnas Indonesia, Sergio Van Dijk beri pandangan soal kemenangan beruntun yang diraih Persib dalam beberapa pertandingan terakhir. Sergio Van Dijk menyebut, tren positif ini memberi dampak besar bagi skuad Persib dalam menghadapi Dewa United. Sergio Van Dijk menjelaskan, dampak besar yang terlihat ialah meningkatnya level percaya diri para pemain untuk terus meraih hasil maksimal di laga-laga berikutnya. Situasi ini tentu sangat menguntungkan karena Persib memiliki target tinggi di kompetisi domestik musim ini. “Mereka pasti menang, tapi saya tidak tahu apakah pemain-pemain sudah capek atau enggak. Tapi dengan kepercayaan diri, mereka pasti bisa dapat hasil yang maksimal.” buka Sergio Van Dijk. Sergio Van Dijk menilai, permainan Persib di laga terakhirnya kontra Port FC memang cukup menarik. Ia pun mengapresiasi ketahanan fisik dan daya juang Persib yang mampu bangkit serta mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir pertandingan. “Ya, itu bagus sekali dan pasti semua pemain yang ikut Persib punya kepercayaan diri karena sering menang. Dan apalagi kemarin saya lihat lawan Thailand (Port FC) babak pertama saya lihat juga, saya nonton-nonton juga,” “Saya sedikit khawatir bisa kalah, tapi kekuatan fisik ada di akhir pertandingan, tetap bisa main bagus dan cetak gol. Ya, akhirnya itu yang paling dalam sepak bola, cetak lebih banyak gol daripada lawan.” tambahnya. Disinggung perbedaan lini depan Persib saat ini dan di eranya, Sergio Van Dijk menyebut ada banyak perubaham. Dari segi permainan, lini depan Persib saat ini berbeda dibanding sebelumnya, karena sebelumnya, Persib terlalu sering mengandalkan kemampuan individu penyerang. Sedangkan Persib saat ini mengandalkan transisi cepat untuk menerapkan skema serangan balik. Strategi ini, juga terlihat lebij menjanjikan dengan pemain-pemain eksplosivitas tinggi serta penyelesaian akhir yang efektif sebagai senjata utama. “Ya, sekarang style permainan beda. Waktu saya main, saya lebih main seperti striker murni. Kalau lihat pertandingan terakhir, banyak gol yang di skor lewat counter attack. Ada pemain yang cukup bisa lari kencang dan finishing cukup bagus juga. Menurut saya itu adalah senjata Persib.” tutupnya.

Stjepan Loncar Bongkar Resep Persija Bantai PSIM
Persija Jakarta sukses berpesta gol saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada lanjutan BRI Super League 2026/27. Stjepan Loncar yang tampil gemilang mengungkapkan resepnya. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Sabtu (10/10), Persija mampu mengalahkan PSIM dengan skor telak 4-0. Semua gol tercipta pada babak kedua. Persija memang sempat kesulitan membongkar pertahanan PSIM pada babak pertama. Tuan rumah memilih merapatkan pertahanannya daripada keluar menyerang. Usaha Persija baru membuahkan hasil saat laga memasuki menit ke-77 lewat sontekan Alexander Jeremejeff. Setelah itu, PSIM mulai keluar menyerang dan meninggalkan banyak ruang di lini pertahanan. Persija memanfaatkan situasi itu dengan maksimal. Stjepan Loncar mampu mencatatkan brace dan disempurnakan oleh Kwon Chang-hoon. Stjepan Loncar menyebut kemenangan ini diraih lewat persiapan matang. Shin Tae-yong selaku pelatih Persija sudah menyiapkan taktik untuk mengalahkan PSIM. “Pertandingan yang sangat, sangat sulit, tetapi kami melakukan semua hal yang telah kami bicarakan dengan pelatih kami. Sepanjang minggu kami berlatih sangat keras untuk kemenangan besar dan kami sangat senang dengan kemenangan ini,” kata Stjepan Loncar usai laga. “Kami harus terus melangkah dengan cara kami.” Hasil kontra PSIM membuat Persija menyapu bersih empat laga perdana dengan kemenangan. Puncak klasemen pun kini menjadi milik Rizky Ridho dan kawan-kawan.

Shin Tae-yong Rasakan Perbedaan Melatih Persija dan Timnas Indonesia
Shin Tae-yong merasakan perbedaan dari pengalamannya melatih Persija Jakarta dan Timnas Indonesia. Apa hal yang dimaksud? Seperti diketahui, Shin Tae-yong ditunjuk sebagai pelatih anyar Persija untuk mengarungi BRI Super League 2026/27. Hasilnya, empat laga perdana dilewati dengan sempurna yaitu menang dengan cara meyakinkan. Performa apik Persija di bawah asuhan Shin Tae-yong ini menjadi kejutan tersendiri. Itu karena pelatih asal Korea Selatan itu butuh waktu yang tak sebentar untuk meracik strategi terbaik saat menangani Timnas Indonesia. Shin Tae-yong merasa melatih klub dan tim nasional harus dijalani dengan pendekatan yang berbeda. Waktu berkumpul menjadi sorotan utamanya. “Sifatnya berbeda (melatih klub) dengan tim nasional, sehingga ada hal-hal berbeda dan perbedaan dalam membentuk klub,” kata Shin Tae-yong. “Di tim nasional, kita harus melakoni dua pertandingan dalam waktu 9 hari, jadi fokusnya disesuaikan pada pengaturan kondisi. Sementara di pertandingan liga, para pemain mempersiapkan liga sambil membenahi berbagai masalah yang ada.” Keraguan memang sempat mengiringi kedatangan Shin Tae-yong di Persija. Kegagalan bersama Ulsan Hyundai beberapa waktu sebelumnya menjadi alasan utama. Namun Shin Tae-yong kini mampu menjawab keraguan tersebut. Persija bahkan diraciknya menjadi tim yang lapar kemenangan dalam setiap pertandingan.

Raphael Maitimo Minta Sepakbola Indonesia Tetap Perhatikan Pengembangan Pemain Muda
Mantan pemain Timnas Indonesia, Raphael Maitimo sangat senang dengan kesuksesan skuad Garuda di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Namun Raphael Maitimo mengingatkan perkembangan sepakbola Indonesia harus tetap digalakan lewat level grassroots. Dalam pandangan Raphael Maitimo, gelar juara yang didapat Timnas Indonesia pada ajang tersebut merupakan sebuah kebanggaan. Apalagi, gelar ini terasa lebih maksimal dinikmati, setelah publik menunggu lama gelar juara tersebut. Gelar juara ini juga seakan menandakan bahwa sepakbola Indonesia saat ini terus berkembang dan menjadi raja di dataran Asia Tenggara. Akam tetapi Raphael Maitimo mengingatkan agar gelar juara ini tak membuat beberapa pihak jemawa dan meninggalkan pengembangan usia muda. “Iya, menurut saya sebagai orang sepak bola, saya selalu harus bicara jujur. Saya sangat bangga ini pertama kali buat Indonesia bisa menjadi juara. Tapi kalau kita lihat development dari sepak bola Indonesia,” buka eks pemain Persib tersebut. Sebagai sosok yang sudah malang melintang di sepakbola Indonesia dan Eropa, Raphael Maitimo menilai bahwa pengembangan usia muda tetap harus dimaksimalkan. Pasalnya, sektor ini sangatlah krusial dalam melanjutkan tren positif yang sudah diraih Indonesia. Namun, pengembangan usia muda untuk sepakbola Indonesia memang tak bisa dilakukan federasi seorang diri dan harus mendapat dukungan berbagai pihak. Seperti halnya dia yang sudah membangun akademi sepakbola di Bandung bersama eks pemain Persib lainnya. “Saya juga harap yang yang atur sepak bola Indonesia juga bikin investasi dengan youth development. Itu sangat penting. Jadi makanya, saya sangat support Neo Gen Football Academy karena kita mau membantu dan juga kasih peluang lebih banyak untuk semua pemain muda,” imbuhnya. Dengan banyaknya pengalaman yang didapat selama menjalani karir sebagai pesepakbola profesional, ia sadar bahwa talenta muda sepakbola Indonesia memiliki potensi menjanjikan. Ia berharap, potensi itu bisa dimaksimalkan demi membawa harum sepakbola Indonesia. “Saya selama 10-11 tahun saya main di Indonesia dan saya juga punya pengalaman di Eropa, ada potensi sangat tinggi dari pemain lokal, walaupun saya pemain diaspora, ya, tapi penting saya harus bicara jujur dan mudah-mudahan di masa depan juga ada peluang lebih banyak untuk pemain lokal lagi. Tapi ya, saya pasti bangga, ini untuk negara Indonesia, pertama kali kita bisa juara,” tutupnya.

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Sergio van Dijk Beri Catatan Penting
Mantan pemain Persib dan Timnas Indonesia, Sergio Van Dijk sangat senang dengan keberhasilan skuad Garuda yang berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Akan tetapi, Sergio Van Dijk mengingatkan agar gelar tersebut bisa berdampak terhadap pembinaan pesepakbola di usia muda. Sergio Van Dijk mengakui keberhasilan Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 mampu membayar kesabaran publik yang menantikan prestasi di cabang olahraga sepakbola. Terlebih, ini merupakan gelar resmi yang didapat Indonesia dalam naungan induk sepakbola dunia, FIFA. Dari segi permainan, pemain yang akrab disapa SVD itu juga memuji peran John Herdman yang mampu memaksimalkan skuadnya. Gelar juara ini, juga seakan mengukuhkan Indonesia sebagai raja sepakbola di dataran Asia Tenggara. “Ya bagus, kemarin kamu lihat juga sendiri di Timnas punya sukses dan rencana Timnas juga mau menjadi negara sepakbola yang cukup bagus di level internasional,” buka Sergio kepada awak media. Namun Sergio Van Dijk menyoroti bahwa keberhasilan Indonesia saat ini merupakan buah dari jangka pendek lewat banyaknya pemain naturalisasi. Kehadiran mereka berhasil menjadikan skuad Indonesia jauh lebih berkualitas, namun kondisi harus ditopang dengan langkah jangka panjang. Ia juga menambahkan, gelar juara ini juga berhasil memantik impian anak-anak Indonesia untuk menjadi bagian dari skuad Timnas. Oleh karenanya, sepakbola Indonesia harus kembali menggalakan sepakbola akar rumput guna mempertahankan prestasi yang sudah diraih sebelumnya. “Tapi menurut saya harus mulai juga di grassroots karena apa yang terjadi sekarang, ya itu mungkin short term, tapi kami mau lihat di long term.” tutupnya.
Ditanya Soal Egy Maulana Vikri, Igor Tolic Beri Jawaban Bijak
Pelatih Persib, Igor Tolic harus mengakui bahwa Dewa United memiliki segudang pemain berkualitas di musim ini. Akan tetapi, Igor Tolic memastikan, Persib tak akan terpengaruh dengan hal tersebut dan memilih fokus terhadap timnya sendiri. Di bawah taktik pelatih baru, Osmar Loss, Igor Tolic harus mengakui bahwa Dewa United sukses melakukan sejumlah perubahan. Dewa United juga dinilainya mampu memanfaatkan jendela transfer secara optimal dengan mendatangkan pemain jempolan. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor krusial yang membawa Dewa United mampu melaju dengan pasti pada awal musim. Apalagi pondasi yang sudah dibangun pelatih sebelumnya, juga tampak lebih tangguh serta kreativ dalam melancarkan serangan. “Ya Dewa (United) adalah tim yang bagus, semua orang layak mendapatkan perhatian, Setiap adalah pemain yang bagus,” buka Thom Haye. Igor Tolic pun mengingat, salah satu ancaman besar yang akan diterima Persib ialah kehadiran Egy Maulana Vikri. Apalagi dalam beberapa pertemuan terakhir kontra Dewa United, mentalitas Egy terlihat cukup bagus saat mendapat tekanan dari tim maupun supprter tuan rumah. Kendati demikian, Pelatih asal Kroasia itu merasa performa ciamik Egy akan muncul saat organisasi permainan Dewa United berjalan sesuai rencana. Oleh karenanya Persib akan memusatkan perhatian pada organiasi permain lawan dan menyampingkan kualitas Egy. “Egy bermain dalam beberapa tahun terakhir melawan kami, dia selalu merasa terinspirasi saat bermain melawan Persib. Tidak ada perhatian khusus, tapi dia akan berbahaya, tetapi ada banyak pemain lain,” terangnya. Di sisi lain, ia percaya bahwa ruang taktik staf kepelatihan Dewa United kini sedang berpikir keras untuk mengantisipasi permainan Persib. Ia berharap, Persib bisa mengatasi strategi yang diambil Dewa United, demi memperbesar peluang untuk meraih kemenangan. “Namun mereka juga harus memikirkan tentang kami. Itu yang akan terjadi besok (hari ini).” tutup Igor.



